Tuesday, April 04, 2006

Mengurus pindah domisili di kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur

Dalam rangka untuk menghemat pengeluaran setiap kali pulang ke Jakarta, hari ini saya pergi ke kedutaan RI di Kuala Lumpur, tepatnya di Jalan Tun Razak, untuk mengurus pindah domisili yg tertera di passport, dari Indonesia ke Kuala Lumpur. Katanya kalau alamat di passport sudah berubah dari Indonesia ke Malaysia, kita tidak perlu bayar fiskal lagi sebanyak 4 kali pulang pergi dalam setahun.

Berangkat jam 8.30 dari rumah di Sri Petaling, sampe di kedutaan jam 9 AM, karena tidak pasti apakah kedutaan menyediakan parkir, saya dan teman yang juga mau mengurus pindah domisili memutuskan untuk parkir di gedung sebelah sebelum kedutaan, empat ringgit harus melayang untuk membayar si India yang jaga parkir.

Keluar dari tempat parkir menuju gedung kedutaan, terlihat antrian para TKI yang lumayan banyak, kami ikutan antri dan menuju ke loket 1 dimana tertera tulisan yang mengatakan bahwa untuk ngurus pindah domisili adalah di loket 1, loket 2 juga diperuntukkan untuk hal yang sama, termasuk untuk mengurus perpanjangan passport.

Saat antri, ada petugas (?) yang memeriksa passport orang yang antri, waktu ditanya temanku bilang bahwa kami mau ngurus pindah domisili, si petugas menyuruh dia untuk mengambil borang (form) di loket 6, saya minta tolong untuk sekalian mengambilkan formulir untuk saya. Setelah ikut antri, akhirmya temanku dapat borang, tapi cuma dapat 2 untuk dia dan istrinya, hmmm .... ternyata harus menunjukkan passport untuk mendapatkan formulir tersebut, temanku terpaksa antri lagi di loket 6 membawa passportku .... hal-hal seperti ini seharusnya tidak terjadi di jaman sekarang ini .... kapan sih Indonesia ini mau berubah???? Untuk mendapatkan selembar formulir orang harus ngantri dan menghabiskan energi, kenapa tidak disediakan saja kotak-kotak yang berisi form tertentu .... seperti umumnya di kantor bank-bank yang ada di Indonesia .... menyedihkan!

Setelah ngantri sekitar setengah jam dan antrian bergerak sangat lambat, saya melihat hanya 2 orang yang terlayani selama setengah jam, samar2 ada pengumuman supaya yang mengurus pindah domisili ngantri di loket 4, karena kurang jelas kami tetap ngantri di loket 1, tidak lama kemudian ada satpam datang dan memberitahu kami untuk pindah ke loket 4, terpaksalah pindah ngantri di loket 4.

Setengah jam ngantri, antrian bergerak sangat perlahan, suatu hal yang juga tidak perlu terjadi kalau cara kerja bisa diatur dengan baik. Selama hidup saya menjadi warga negara Indonesia, belum pernah mendapatkan pelayanan yang baik dari yang namanya Pemerintah Indonesia. Mengurus KTP harus nyogok supaya cepat, mengurus Akte Kelahiran anak demikian juga, mengurus passport harus lewat calo dan nyogok supaya selesai dalam satu hari.

Saya terus terang tidak habis pikir, kenapa pemerintah Indonesia tidak bisa seperti pemerintah negara lain. Dulu tahun 1998, saya dan keluarga harus pindah ke California karena tidak bisa cari kerja di Indonesia, hari pertama masuk kantor, salah seorang recruiter membawa saya ke kantor imigrasi setempat untuk melapor, harus melapor dulu supaya bisa ngurus SSN alias Social Security Number, tidak lebih dari setengah jam, semua proses sudah selesai. Besoknya saya membawa segala kelengkapan untuk mengurus SSN, yang ngantri sekitar 15 orang, masing-pegang nomor panggilan, semua duduk manis ditempat yang disediakan, loket yang buka ada 3 loket dari enam loket yang tersedia, tidak lama kemudian yang ngantri semakin banyak, seiringan dengan itu 3 loket yang lain pun dibuka, tidak lebih dari setengah jam, semua urusan selesai dan kartu SSN sudah ada di kantong. Seharusnya, pemerintah Indonesia bisa melakukan hal-hal seperti ini.

Mengurus SIM di California juga sangat mudah, datang ke DMV (Department of Motor Vehicle), daftar dan bayar sesuai aturan, tunggu dipanggil ujian tertulis, kalo gak lulus bisa daftar dan bayar lagi. Setelah lulus ujian tertulis, diberi SIM sementara yang di-print di kertas biasa, dan diberi jadwal untuk ujian "behind the wheel" alias ujian praktek di jalan. Pada hari yang ditentukan, kita datang dan menunggu giliran, si penguji yang kebetulan seorang Ibu bertanya tentang kondisi kita, apakah kita siap untuk ambil ujian, kemudian dia menyuruh kita untuk bawa mobil ke tempat "start".

Ujian pertama tidak lulus, ada dua kesalahan, pertama waktu start masih di kawasan kantor DMV, saya tidak memberikan tanda mau belok ke kanan, kesalahan kedua karena berjalan 40 mil/jam di jalan yang seharusnya 30 mil/jam, dia informasikan toleransinya adalah 5 mil/jam, jadi pada jalan yang 30 mil per jam, kita harus bergerak dengan kecepatan antara 25 mil/jam sampe 35 mil/jam. Alhasil, tidak lulus dan harus kembali 3 hari kemudian, sangat fair karena kita dikasi tau apa kesalahan yang telah kita buat .... hebat. Kalau di Indonesia, saya bayangkan si penguji akan mengatakan tidak lulus tanpa menerangkan sebabnya, kemudian kalau kita bisik-bisik mau bayar supaya lulus, maka akan terjadilah transaksi korupsi dalam kasus ini.

Ujian kedua, yang menguji adalah seorang bapak, tidak lulus juga, again ada dua kesalahan, pertama adalah tidak melihat ke belakang (blind spot) sebentar sebelum pindah lane, kedua saya tidak benar2 berhenti waktu ada orang yang menyeberang, ther rule is we have to completely stop if pedestrian crossing the road. Sebenarnya saya sudah menyediakan uang USD 500 dollar untuk bayar kalo bisa bayar, tapi gak ada tanda-tanda dari si penguji tentang hal ini.

Terpaksa ikut ujian ketiga, ketemu sama Ibu yang menguji di ujian pertama, terus dia bertanya apakah dia pernah menguji saya, saya jawab iya, terus dia bilang dia gak boleh menguji saya lagi, harus orang lain, ketika saya tanya kenapa tidak dia saja yang menguji, dia bilang bisa saja hasilnya bias nanti karena ada kemungkinan dia tidak bisa objective karena pernah menguji saya sebelumnya, wow .... suatu mekanisme kecil yang sangat mengagumkan, dan akhirnya saya diuji oleh seorang Ibu yang lain. Hasilnya gak lulus juga, kesalahan adalah karena tidak melihat ke belakang pada saat mau parkir .... frankly.... pada saat itu saya sangat menyukai Indonesia karena bisa bayar supaya lulus .....

Karena tiga kali tidak lulus ujian praktek, saya harus ikut ujian tertulis lagi, kemudaian ikut ujian praktek keempat kalinya, baru bisa lulus, alhamdulillah. Si penguji memberikan surat tanda kelulusan, masuk ke kantor DMV dan antri untuk diambil foto, SIM California langsung bisa dikantongi ..... amazing process .... tidak ada celah untuk menyogok .... karena orang-orangnya memang tidak mau disogok.

Kembali ke cerita mengurus pindah domisili di KL, kita harus antri sambil berdiri yang tentu saja bikin kaki pegal, karena antrian bergerak sangat lambat, saya maju ke depan untuk melihat apa sih sebenarnya yang dikerjakan oleh si petugas, setelah orang memberikan passport dan formulir pendaftaran, si petugas memeriksa dengan santai Visa yang ada di passport, terus mengetik sesuatu di komputer, memang sangat lambat kerjanya, untuk mengurus satu passport si petugas memerlukan waktu kira2 sepuluh menit, satu process yang seharusnya bisa diperbaiki dan dipercepat.

Mari kita bandingkan dengan pengurusan visa ke UK, bulan Desember kemarin harus mengurus Visa ke UK, UK embassy menunjuk VFS (Visa Facilitation Service) di Kuala Lumpur untuk mengurus administrasi pengurusan Visa ke UK. Datang ke VFS office membawa persyaratan, diberi nomor antrian, ada sekitar 30 orang yang antri dan duduk manis di tempat yang disediakan, si Non yang melayani hanya memerlukan kurang dari 4 menit untuk pendaftaran, kita dipanggil, dia periksa kelengkapan document, bayar administration fee, dapat tanda terima dan dia informasikan supaya regularly check di internet status permohonan kita atau telepon VFS, very well organized and convenience. Kenapa bisa cepat? Karena si petugas bekerja sangat efektif dan efisien, dia periksa kelengkapan dokumen sebentar, dia masukkan ke amplop, dia ambil pre-printed receipt, dia tempelkan di amplop dan separohnya dikasi ke kita sebagai bukti .... proses yang sangat cepat! Tiga hari kemudian sudah ada status di internet kapan kita harus pergi interview ke British High Commission.

Entah kapan Pemerintah Indonesia mampu berubah.

Wahai Pemerintah Indonesia yang budiman, dapatkah kalian berubah sedikit dan memperbaiki pelayanan kepada rakyat kalian????

Saturday, April 01, 2006

Ulang tahun

Ulang tahun buat sebagian orang sangatlah penting, bahkan ada yang rela merogoh kocek miliaran rupiah untuk merayakan ulang tahunnya .... miliaran .... bayangkan berapa banyak orang miskin yang bisa dikasi makan dengan duit sebanyak itu, sehingga mereka dapat mencicipi makanan yang lebih baik atau dapat makan dua kali sehari.

"Selamat Ulang Tahun Kawan Ucok... Gara gara Ringgit jangan sampe lupa Rupiah neeehhhh..:-))... Yg enak kalo ultah gini kudu investasi bengkel mobil...maukah???" Yudi kirim sms satu hari sebelum gue ulang tahun :)

'Selamat ulang thn ya baby.semoga selalu dlm lindungan Allah.amin ya robbal alamin. I love you.:-)" Nyonya kirim sms jam 01:10:51 pagi.

"Happy brthdy tlg syg. Smg tlg dibr umr rzki dn khdpn yg brkh. Sun syg dr umk n aku." My younger sister sent sms on 07:39:35 pagi.

"Tu5ang slmt ulang tahun semoga selalu dlm lindungan Allah SWT amin" Kak Mimi kirim sms jam 08:41:13.

"Happy birthday to you too babe! May all wishes come true! How's malaysia?" Wisia kirim sms dari Oz jam 08:55:28.

"Hi, cok. Appie b'day. Trust u r more prosper, healthier, wiser and happier in your level 42. " Ant kirim sms jam 11:12:15.

"Bang,kt sdang maam di rj rasa.yg ultah abang sibou yg teraktir.tp nanti katanya minta ganti." Nyonya kirim sms jam 16:35:13.

"Bang,tuak lobe sudah meningal." Nyonya kirim berita duka, my mother's brother which the last one alive is passed away.

"Tulang,adek ilah amat sgt sibuk shingga dia minta tlg ka2 smsin ucapan slamat ultah buat tulang..kt jd bingung ni sibukkan tulang apa adek y?hehe..-ka2-" Kak Mimi kirim sms 2 hari setelah ulang tahun .... hehehehe .....